"Allah s.w.t menghamparkan bumi dan membentangkannya, sehingga tidak terlihat permukaan bumi yang tinggi ataupun rendah. Kemudian terdengarlah teriakan sangat keras. Saat itu semua makhluk di bumi tidak mengalami perubahan tempat. Makhluk yang berada di perut bumi tetap berada di situ, sedangkan makhluk yang berada di muka bumi tetap berada di sana. Lalu Allah menurunkan air dari bawah Arasy yang dinamakan hayaman (air kehidupan). Yang menghujani manusia selama 40 hari sehingga ketinggian air mencapai 12 hasta. Selanjutnya, Allah memerintahkan semua jasad itu agar terus-menerus laksana sayur-sayuran hingga mencapai bentuk sempurna seperti bentuk sebelumnya. Saat itulah, Allah akan berfirman 'Hiduplah para pemikul Arasy, Jibril, Mikail dan Israfil!'. Setelah itu, Israfil diperintahkan oleh Allah untuk membawa Shur yakni sangkakala, lalu Allah meminta semua roh didatangkan kepada-Nya. Ketika itu, roh kaum muslimin bersinar sedangkan roh lainnya jelas keruh dan gelap gelita. Semua roh itu dikumpulkan dan ditempatkan dalam sur. Selanjutnya, Allah berfirman kepada Malaikat Israfil 'Tiuplah sangkakala kebangkitan!'. Maka Israfil pun meniup sangkakala itu, lalu keluarlah semua roh makhluk laksana lebah yang keluar dari sarangnya, dan memenuhi ruang antara langit dan bumi. Saat itu Allah berfirman 'Demi kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, kembalilah seluruh roh kepada jasadnya!'. Maka setiap roh di bumi akan memasuki jasadnya masing-masing, menyusup dalam hidung lalu terserap dalam badan, sebagaimana terserapnya racun di dalam tubuh yang terpatuk oleh ular berbisa. Akhirnya, bumi pun terbelah, lalu muncullah kamu dari perut bumi, sedangkan aku (Rasulullah) adalah orang yang pertama kali muncul. Ketika itu, kamu akan keluar dalam keadaan muda belia seperti berumur 33 tahun dan berbicara dalam bahasa Suryani (Bahasa Aramaic Timur atau bahasanya Nabi Isa). Kamu bergegas menuju Tuhanmu secara berbondong-bondong mengikuti suara yang menyeru dan orang-orang kafir akan mengatakan 'Inilah hari yang penuh kesulitan (Hari Kebangkitan)'. Saat itu Allah mengumpulkan mereka, dan tiada seorang pun yang ditinggalkan-Nya"...
Ketika Mulut Dikunci Tangan dan Kaki Bersaksi...
Posted by
Badiu'zzaman Said Nursi
on Monday, August 16, 2010
Iman Al-Qurthubi r.a menyebutkan dalam kitabnya At-Tadzkirah mengenai sebuah hadith panjang yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Ia mengatakan bahawa Rasulullah pernah menceritakan hal ini kepada para sahabat baginda:

0 comments:
Post a Comment